Sang Pemilik Hati
Senda gurau dan tawa dibuat lupa
Bahwasannya ada yang menunggu di sana
Berserah diri ketika terdesak oleh keadaan
lalu menjauh dan pergi tanpa karuan
Terjatuh hingga rapuh karena mulai tersadar
dengan tipu duniawi yang terlena akan keadaan.
lalu pulang dengan derasnya air mata
dengan pikiran dan hati yang tak sejalan
Sepertiga malam menjadi saksi bisu sebagai waktu
untuk mencurahkan beribu rasa penyesalan
hingga akhirnya Sang Pemilik Hati pun
menjadi sandaran yang sebenarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar