Sandal Ku
Jalan yang tidak sehalus belakang wajan
terbentang di tempat yang tidak diimpikan
Menjalani hidup yang ada dengan peraturan
Bukan hal yang diinginkan oleh jiwa
Pagi-siang berlalu tanpa kesadaran
di bawah telapak kaki yang beralas
kaos kaki yang dihiasi aroma
menjadi teman seperjuangan
Berpindah posisi sudah menjadi adat
Tanpa tuan yang menginginkan
terlempar karena tidak menerima
Memang disusun seperti itulah skenarionya
Dua banding satu tetap kalah
Logika sehat mencerna tak diterima
Ia tidak bernyawa dan berdaya
Hitam sederhana ciri khasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar