Si Hijau - SR Tatiya Pen


Si Hijau 

 Oleh: SR Tatiya Pen 

Hari-hari yang telah dilewati,
catatan perjuangan yang tertulis rapi
dalam lembaran diary
lima tahun silam,
menjadi saksi bisu perjalanan.

Gedung-gedung hijau yang berdiri,
lahir dari ribuan tangan yang tulus memberi,
dari hati yang penuh keikhlasan,
hingga terukirlah nama: Darul Iman.

Tatkala KH. Haji Muliadi berdiri,
dengan semangat jihad menyala di sanubari,
sahabat-sahabat seperjuangan
mengulurkan tangan, menguatkan langkah,
menyulam harapan di atas tanah yang basah.

Hari itu, 20 Juli 2020,
hutan lebat dan pepohonan sunyi
berubah menjadi rumah ilmu,
tempat para mujahid menabur cahaya,
tempat doa dan asa bergema.

Kini, hijau bukan sekadar warna dinding,
tapi lambang kehidupan yang terus bertumbuh,
suara azan pertama yang berkumandang
menjadi tanda perjalanan panjang.

Dan hari esok, wahai generasi penerus,
biarlah hijau ini tetap abadi,
menjadi saksi jihad yang tak berhenti,
mewariskan semangat hingga akhir nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen "Nasehat Sang Nenek" - SR Tatiya Pen

  "Nasehat Sang Nenek"  oleh : SR Tatiya Pen Pagi yang cerah di hiasi dengan burung-burung yang beterbangan kesana kemari sambil...