Untuknya — Sang Belahan Jiwa
Oleh: Ini
Tiap pagi kala ku buka mata
selalu terbayang rekah senyummu, bunda
adakala hati ini tak tega
bila terlintas mimik wajahmu lara
Jika dulu papahan langkah kecil ini
tak pernah luput dari awasanmu
maka sekarang dengan lantang ku nyatakan
tapakan ini tak pernah luput dari doamu, ibu
Ibu, engkau selalu benar
tugasku hanyalah mendengar
tiap tuturmu bermakna
namun tak mudah untuk kubaca
Ibu, maafkan aku
masih tak mampu
'tuk jadi yang kau mau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar