Jika berbicara tentangmu banyak sekali teriang di pikiranku
Puisi ini untuk seorang wanita yang paling aku cintai — untuk wanita pekerja keras yang sangat aku sayangi; yaitu dirimu, Bunda.
Puisi ini untuk seorang wanita yang paling aku cintai — untuk wanita pekerja keras yang sangat aku sayangi; yaitu dirimu, Bunda.
Wahai bunda… Kau bagaikan malaikat tak bersayap Senyummu yang tak pernah lenyap Membuat tangisanku hilang seketika Sentuhan lembut darimu sangat bermakna
Tatkala malam yang dingin Terdengar rintikan hujan di labirin Juga angin yang berhembusan Diiringi dengan petir yang tak diinginkan
Ketakutan menyelimuti ku Aku memeluk lututku saat itu Diiringi dengan tangisanku Tatkala itu kau menghampiriku Dan membawaku ke dekapanmu
Kau selalu ada saat ku butuh pelukan hangat itu Takkan mampu aku balas pengorbananmu Cinta dan kasihmu sangat besar untukku
Gadis kecil yang dulu ceria Sekarang sudah dewasa Aku ingin kembali seperti dulu bunda Dimana aku selalu tertawa
Satu kata dariku Kau bunda tersayangku Terima kasih dariku Kulafazkan untukmu
Oleh: Ocean a Turtle
oleh: ND Aisy As-sha
Segala semua sudah diatur,
semesta juga bekerja dengan posisi telah
tertakar, begitupun semua kehidupan
bernyawa. Rintikan hujan jatuh dari pucuk
pengendali biru, diiringi kecepatan mobil
melaju mengarah tujuan, nahkoda pun
meneropong target dengan keseriusan
sekeras dan selaju apapun anak itu berlari,
jika daun itu jatuh di atas tanah, takkanlah
raga itu berhasil membawa tentangnya,
putaran - putaran gilingan mesin diatur
menerus hingga terbakar hangus.
Hari itu aku sedang duduk di bebatuan terdengar suara desiran ombak juga angin yang bertiup, burung-burung saling bersautan untuk berpamitan kala itu langit memancarkan keindahan karna itu mataku tertuju tanpa menampilkan kedipan tubuhku kaku tanpa adanya pergerakan Wahai senja... ku akui keindahan yang kau miliki keindahan yang tak bisa ku wujudkan lewat ukiran namun bisa tersampaikan lewat pujian hebatnya kuasa Tuhan yang memberiku pelajaran dari sebuah keindahan yang Ia ciptakan Wahai senja darimu aku belajar bahwa hal yang indah hanya sebentar
Karya: ND Aisy As-sha
Posisi terpantau jelas
Semesta indah Indonesia
memperoleh besar tambang emas
nan jauh di Papua sana
Pada peristiwa yang membekas
Semuanya masih terekam tuntas
buah pala di Kepulauan Banda
mendatangkan Belanda kedua kalinya
Tak sedikit orang terpelongo
terkesima menyaksikan Bromo
berserinya malam di MalioBoro
sama bersinarnya dengan Komodo
non pribumi juga mengatakan
lautan Indonesia kaya akan ikan
memancarkan sinar begitu memukau
akan tumbuhnya tumbuhan bakau
Rafflesia, Anoa dan Cendana
sungguh tiada bandingnya
membanggakan sebuah tempat
jelitanya Raja Ampat
Sumber daya alam Indonesia
menjadi saksi kehidupan rakyatnya
bersama-sama kita menjaga
agar tidak hilang kelestariannya
"Nasehat Sang Nenek" oleh : SR Tatiya Pen Pagi yang cerah di hiasi dengan burung-burung yang beterbangan kesana kemari sambil...